SATT Lakukan Survei Desa untuk Persiapan Program Live In Guru 2026
Wahyudi
7 Agustus 2026

Sekolah Alam Tanjung Tabalong (SATT) bersama Yayasan Mutiara Insan Saraba Kawa telah menetapkan Desa Simpung, Kecamatan Muara Uya, sebagai lokasi Program Live In Guru 2026 yang akan dilaksanakan pada 14–16 Agustus 2026. Desa Simpung dipilih karena memiliki potensi masyarakat yang beragam, mulai dari sektor UMKM, pertanian, perkebunan, peternakan, hingga perikanan, serta dinilai aman dan layak menjadi lokasi pembelajaran berbasis pengalaman. Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kompetensi dan kepekaan sosial para guru, tetapi juga menghadirkan aksi kepedulian melalui penjualan pakaian bekas layak pakai dengan sistem bayar seikhlasnya. Seluruh hasil penjualan akan disumbangkan untuk mendukung kegiatan masyarakat Desa Simpung. SATT juga membuka donasi berupa pakaian layak pakai, sembako, dana, maupun layanan sosial dari masyarakat yang ingin berpartisipasi.
Tabalong – Sekolah Alam Tanjung Tabalong (SATT) bersama Yayasan Mutiara Insan Saraba Kawa melakukan survei ke sejumlah desa di Kabupaten Tabalong sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan Program Live In Guru 2026. Kegiatan ini merupakan salah satu program tahunan yayasan yang bertujuan memberikan pengalaman belajar langsung kepada para guru melalui kehidupan bermasyarakat di pedesaan.
Program Live In Guru dijadwalkan berlangsung selama 14–16 Agustus 2026. Selama tiga hari tersebut, para guru akan tinggal bersama warga, berinteraksi secara langsung, serta mempelajari kehidupan sosial, budaya, dan potensi ekonomi masyarakat setempat. Pengalaman ini diharapkan dapat memperkaya wawasan guru sehingga mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual bagi peserta didik.
Dalam tahap persiapan, tim manajemen SATT, Direktur SATT, serta pengurus Yayasan Mutiara Insan Saraba Kawa melakukan survei ke beberapa desa, di antaranya Desa Salikung, Desa Padangin, dan Desa Simpung Layung di wilayah Kecamatan Muara Uya, serta beberapa desa lain di wilayah selatan Kabupaten Tabalong.

Berdasarkan hasil survei dan berbagai pertimbangan, Desa Simpung ditetapkan sebagai lokasi pelaksanaan Program Live In Guru tahun 2026.
Pemilihan Desa Simpung didasarkan pada beragam potensi yang dimiliki masyarakatnya. Desa ini memiliki aktivitas ekonomi yang cukup lengkap, mulai dari pelaku UMKM, peternakan, pertanian, perkebunan, hingga perikanan. Keanekaragaman tersebut dinilai sangat mendukung tujuan program, karena para guru dapat belajar secara langsung mengenai kehidupan, mata pencaharian, serta kearifan lokal masyarakat.
Selain itu, faktor keamanan, kenyamanan, serta dukungan dari pemerintah desa dan masyarakat juga menjadi pertimbangan penting. Hal ini karena Desa Simpung juga diproyeksikan sebagai salah satu lokasi Program Live In Siswa pada waktu mendatang.
Tidak hanya berfokus pada kegiatan pembelajaran, Program Live In Guru tahun ini juga mengusung misi sosial. SATT akan mengadakan penjualan pakaian bekas layak pakai kepada masyarakat Desa Simpung dengan konsep bayar seikhlasnya. Seluruh hasil penjualan akan diserahkan kembali kepada pihak desa untuk dimanfaatkan bagi kepentingan bersama, seperti mendukung kegiatan masjid maupun kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.
Sebagai bentuk kepedulian dan semangat berbagi, SATT juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan ini. Donasi dapat berupa pakaian bekas yang masih layak pakai, bantuan dana, paket sembako, maupun dukungan kegiatan sosial seperti layanan pengobatan gratis.
Melalui Program Live In Guru, SATT berharap para pendidik tidak hanya meningkatkan kompetensi mengajar, tetapi juga menumbuhkan empati, kepedulian sosial, serta pemahaman yang lebih mendalam terhadap kehidupan masyarakat. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menjadi bekal dalam membangun proses pendidikan yang lebih bermakna, membumi, dan selaras dengan kebutuhan peserta didik maupun lingkungan sekitarnya.
Bagi masyarakat yang ingin berdonasi atau memperoleh informasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini, dapat menghubungi pihak Sekolah Alam Tanjung Tabalong (SATT). Partisipasi dan dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Desa Simpung sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam dunia pendidikan.

