Sosial

Melalui Bussiness Day, Anak Belajar Apa Aja Sih?

W

Wahyudi

6 Februari 2026

•
3 menit baca
•
322 views
Melalui Bussiness Day, Anak Belajar Apa Aja Sih?

Sudah sering ya, anak kita mengikuti kegiatan Bussiness Day disekolah?Tapi, sebenarnya apa sih yang anak peroleh dari kegiatan tersebut?

Bussiness Day merupakan agenda rutin yang diselenggarakan oleh Sekolah Alam Tanjung Tabalong. Disana tiap kelas digilir secara bergantian menjadi penjual dan pembeli. Biasanya kegiatan ini dilaksanakan disekolah tiap satu bulan sekali. Anak-anak diajarkan untuk bertransaksi langsung menjual barang dagangan mereka berupa makanan yang dibuat bersama dengan orang tuanya di rumah. Aneka makanan berjejer layaknya pasar sungguhan loh, bedanya mereka tidak menggunakan uang untuk alat tukarnya. Namun, uang yang mereka miliki ditukar terlebih dahulu dengan kertas dengan nominal yang sama. Tujuannya agar anak tetap belajar perhitungan dasar melalui angka yang tertera di kertas. Jangan khawatir,ketika jual beli sudah selesai, mereka dapat menukarkan kembali kertas tersebut dengan uang sungguhan.

Anak-anak merasa bangga jika dagangan mereka laris terjual habis. Mereka belajar menghitung selisih modal dengan pendapatan kotor dari hasil jualannya sebagai keuntungan. Namun, anak-anak juga belajar bersabar ketika barang dagangannya tidak laku. Kadang-kadang ada juga yang membagikan sisa jualannya secara gratis kepada teman-temannya. Wah wah...mereka ternyata tidak hanya berpikir untung dan rugi saja sebagai tujuan utamanya loh...

Jualan bukan semata-mata tentang mendapatkan keuntungan, tetapi bagaimana sikap kita dalam berjualan. Misalnya, kejujuran dan tanggung jawab. Mereka dilatih untuk tetap menjaga kebersihan dan merapikan kembali barang barang dagangannya sehingga tempat kembali menjadi bersih seperti semula. Mereka juga belajar menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya serta meminimalisir sampah an organik.

Apa sih sampah An organik itu? Sampah an organik artinya sampah yang berasal dari olahan pabrik seperti plastik dan mika serta bahan stereofom. Sampah ini sulit terurai didalam tanah atau tidak bisa membusuk sehingga mengganggu kesuburan tanah serta mencemari lingkungan. Nah kalau sudah tahu bahayanya, kita sebaiknya menggunakan bahan organik atau bahan yang bisa dipakai berulang kali ya...

Dengan kegiatan ini, ternyata anak-anak juga belajar mandiri loh...mereka bisa belanja ke pasar atau ke toko untuk mencari bahan-bahan buat jualan. Disini orang tua bisa mengajarkan anak untuk menentukan sendiri pilihan mereka, mau jualan apa. Orang tua dan anak juga bisa saling bekerjasama untuk proses pembuatan produknya. Ini adalah kesempatan untuk membangun hubungan anak dengan orang tua. Sebagai orang tua, gak usah mikir dulu deh untuk mendapat produk jualan yang sempurna. Yang penting anak-anak belajar bahwa segala sesuatu membutuhkan proses panjang . Dan mereka juga belajar sabar ketika menghadapi kegagalan berupa dagangan tidak laku. Ingat ya ayah bunda, dalam kehidupan nyata mereka harus mandiri dan siap untuk gagal.

Kenapa? Karena gagal bukanlah akhir segalanya. Justru disana anak akan berlatih mengelola emosi dan sikap ketika menghadapi sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginannya. Itulah yang kita sebut sebagai realita kehidupan. Wah wah masih bocil udah belajar gitu ya...?

Ternyata banyak ya manfaat dari kegiatan Bussiness Day jika kita lakukan bersama dengan anak sebagai media untuk menumbuhkan kemandirian, tanggung jawab, sifat amanah dan kepedulian menjaga lingkungan. Gimana pendapat ayah bunda?

Bagikan artikel ini:

Artikel Terkait

Tanggap Kekeringan, Pemkab Tabalong Salurkan 3.600 Liter Air Bersih ke Sekolah Alam Tanjung Tabalong

Tanggap Kekeringan, Pemkab Tabalong Salurkan 3.600 Liter Air Bersih ke Sekolah Alam Tanjung Tabalong

Tanggap Krisis: Pemkab Tabalong menyalurkan 3.600 liter air bersih ke Sekolah Alam Tanjung Tabalong pada Rabu (16/9/2026) akibat dampak kekeringan. Bantuan terealisasi berkat koordinasi cepat Kepala Sekolah dengan Tim Percepatan Pembangunan Daerah (Agus Siswanto) yang mendatangkan tim BPBD Tabalong. Sekolah Alam Tanjung Tabalong menyampaikan terima kasih atas kepedulian dan aksi nyata Bupati Tabalong beserta seluruh jajaran Pemkab dan tim lapangan

SATT Gelar Salat Istisqa, Tanamkan Kesadaran Ekologis dan Ketundukan kepada Allah

SATT Gelar Salat Istisqa, Tanamkan Kesadaran Ekologis dan Ketundukan kepada Allah

Jumat pagi pukul 08.15 WITA, anak-anak Sekolah Alam Tanjung Tabalong (SATT) melaksanakan Salat Istisqa di lapangan area memanah sebagai ikhtiar memohon rahmat dan turunnya hujan kepada Allah SWT. Kegiatan diawali dengan istighfar dan memohon ampun, kemudian dilanjutkan salat dua rakaat sesuai tuntunan, dengan tujuh takbir pada rakaat pertama dan lima takbir pada rakaat kedua. Salat dan khutbah dipimpin oleh Bapak Rino Mahendra yang mengingatkan anak-anak tentang pentingnya kembali kepada Allah, memperbanyak istighfar, serta menjaga alam sebagaimana pesan dalam QS. Ar-Rum ayat 41. Melalui kegiatan ini, SATT menghadirkan pembelajaran langsung tentang ibadah, ketundukan kepada Allah, dan tanggung jawab manusia dalam menjaga bumi.

SATT Gelar Bazar Barang Layak Pakai, Salurkan Rp1,52 Juta rupiah untuk Masyarakat Desa Simpung Layung

SATT Gelar Bazar Barang Layak Pakai, Salurkan Rp1,52 Juta rupiah untuk Masyarakat Desa Simpung Layung

Dalam rangkaian penutupan Live In Guru di Desa Simpung Layung, SATT menggelar bazar pakaian dan barang layak pakai bersamaan dengan kegiatan jalan santai pada 16 Agustus 2026. Barang donasi dari orang tua siswa dijual dengan harga Rp5.000–Rp25.000 dan berhasil mengumpulkan Rp1.520.000. Dana tersebut diserahkan oleh Kepala SD SATT, Rino Wahyu Bagus Mahendra, kepada Kepala Desa Simpung Layung untuk kepentingan masyarakat. SATT menyampaikan terima kasih kepada para donatur, warga, pemerintah desa, serta RT 8, 11, dan 12 atas dukungan selama kegiatan Live In.