Sosial

Melalui Bussiness Day, Anak Belajar Apa Aja Sih?

W

Wahyudi

6 Februari 2026

3 menit baca
286 views
Melalui Bussiness Day, Anak Belajar Apa Aja Sih?

Sudah sering ya, anak kita mengikuti kegiatan Bussiness Day disekolah?Tapi, sebenarnya apa sih yang anak peroleh dari kegiatan tersebut?

Bussiness Day merupakan agenda rutin yang diselenggarakan oleh Sekolah Alam Tanjung Tabalong. Disana tiap kelas digilir secara bergantian menjadi penjual dan pembeli. Biasanya kegiatan ini dilaksanakan disekolah tiap satu bulan sekali. Anak-anak diajarkan untuk bertransaksi langsung menjual barang dagangan mereka berupa makanan yang dibuat bersama dengan orang tuanya di rumah. Aneka makanan berjejer layaknya pasar sungguhan loh, bedanya mereka tidak menggunakan uang untuk alat tukarnya. Namun, uang yang mereka miliki ditukar terlebih dahulu dengan kertas dengan nominal yang sama. Tujuannya agar anak tetap belajar perhitungan dasar melalui angka yang tertera di kertas. Jangan khawatir,ketika jual beli sudah selesai, mereka dapat menukarkan kembali kertas tersebut dengan uang sungguhan.

Anak-anak merasa bangga jika dagangan mereka laris terjual habis. Mereka belajar menghitung selisih modal dengan pendapatan kotor dari hasil jualannya sebagai keuntungan. Namun, anak-anak juga belajar bersabar ketika barang dagangannya tidak laku. Kadang-kadang ada juga yang membagikan sisa jualannya secara gratis kepada teman-temannya. Wah wah...mereka ternyata tidak hanya berpikir untung dan rugi saja sebagai tujuan utamanya loh...

Jualan bukan semata-mata tentang mendapatkan keuntungan, tetapi bagaimana sikap kita dalam berjualan. Misalnya, kejujuran dan tanggung jawab. Mereka dilatih untuk tetap menjaga kebersihan dan merapikan kembali barang barang dagangannya sehingga tempat kembali menjadi bersih seperti semula. Mereka juga belajar menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya serta meminimalisir sampah an organik.

Apa sih sampah An organik itu? Sampah an organik artinya sampah yang berasal dari olahan pabrik seperti plastik dan mika serta bahan stereofom. Sampah ini sulit terurai didalam tanah atau tidak bisa membusuk sehingga mengganggu kesuburan tanah serta mencemari lingkungan. Nah kalau sudah tahu bahayanya, kita sebaiknya menggunakan bahan organik atau bahan yang bisa dipakai berulang kali ya...

Dengan kegiatan ini, ternyata anak-anak juga belajar mandiri loh...mereka bisa belanja ke pasar atau ke toko untuk mencari bahan-bahan buat jualan. Disini orang tua bisa mengajarkan anak untuk menentukan sendiri pilihan mereka, mau jualan apa. Orang tua dan anak juga bisa saling bekerjasama untuk proses pembuatan produknya. Ini adalah kesempatan untuk membangun hubungan anak dengan orang tua. Sebagai orang tua, gak usah mikir dulu deh untuk mendapat produk jualan yang sempurna. Yang penting anak-anak belajar bahwa segala sesuatu membutuhkan proses panjang . Dan mereka juga belajar sabar ketika menghadapi kegagalan berupa dagangan tidak laku. Ingat ya ayah bunda, dalam kehidupan nyata mereka harus mandiri dan siap untuk gagal.

Kenapa? Karena gagal bukanlah akhir segalanya. Justru disana anak akan berlatih mengelola emosi dan sikap ketika menghadapi sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginannya. Itulah yang kita sebut sebagai realita kehidupan. Wah wah masih bocil udah belajar gitu ya...?

Ternyata banyak ya manfaat dari kegiatan Bussiness Day jika kita lakukan bersama dengan anak sebagai media untuk menumbuhkan kemandirian, tanggung jawab, sifat amanah dan kepedulian menjaga lingkungan. Gimana pendapat ayah bunda?

Bagikan artikel ini:

Artikel Terkait

SATT Gelar Bazar Barang Layak Pakai, Salurkan Rp1,52 Juta rupiah untuk Masyarakat Desa Simpung Layung

SATT Gelar Bazar Barang Layak Pakai, Salurkan Rp1,52 Juta rupiah untuk Masyarakat Desa Simpung Layung

Dalam rangkaian penutupan Live In Guru di Desa Simpung Layung, SATT menggelar bazar pakaian dan barang layak pakai bersamaan dengan kegiatan jalan santai pada 16 Agustus 2026. Barang donasi dari orang tua siswa dijual dengan harga Rp5.000–Rp25.000 dan berhasil mengumpulkan Rp1.520.000. Dana tersebut diserahkan oleh Kepala SD SATT, Rino Wahyu Bagus Mahendra, kepada Kepala Desa Simpung Layung untuk kepentingan masyarakat. SATT menyampaikan terima kasih kepada para donatur, warga, pemerintah desa, serta RT 8, 11, dan 12 atas dukungan selama kegiatan Live In.

16 Personel SATT Jalani Live In di Desa Simpung Layung, Guru Belajar dan Bersosialisasi Bersama Masyarakat

16 Personel SATT Jalani Live In di Desa Simpung Layung, Guru Belajar dan Bersosialisasi Bersama Masyarakat

Sebanyak 19 personel SATT, terdiri dari 16 guru dan 3 perwakilan Yayasan Mutiara Insan Saraba Kawa, tiba di Desa Simpung Layung pada 14 Agustus 2026 untuk mengikuti program Live In. Rombongan disambut Kepala Desa Suriansyah beserta perangkat desa dan seluruh ketua RT. Para guru dibagi ke RT 8, 11, dan 12 untuk tinggal bersama warga, bersosialisasi, membantu aktivitas masyarakat, serta belajar langsung dari kehidupan desa. Mereka juga akan terlibat dalam persiapan sedekah bumi dan kegiatan HUT RI. Sebagai bagian dari kegiatan sosial, SATT membawa pakaian layak pakai dan donasi orang tua siswa untuk dijual murah kepada masyarakat. Seluruh hasil penjualan akan diserahkan kepada pemerintah desa.

KKG PJOK "Sosialisasi & Persiapan Festival Olahraga dan Permainan Tradisional (FOPETRA) HUT Kemerdekaan RI ke-81 Kab. Tabalong 2026"

KKG PJOK "Sosialisasi & Persiapan Festival Olahraga dan Permainan Tradisional (FOPETRA) HUT Kemerdekaan RI ke-81 Kab. Tabalong 2026"

KKG PJOK Tabalong menyosialisasikan Festival Olahraga dan Permainan Tradisional (FOPETRA) HUT RI ke-81 Kabupaten Tabalong Tahun 2026. ​Rangkaian kegiatan meliputi lomba Balogo (pelajar & umum), Skateboard, Panahan, Layang-layang Hias, Baparit Gelasan, Senam Lansia, Zumba, serta permainan tradisional (Enggrang, Lari Balok, Bakiak, dan Sepeda Lambat).