Komite Sekolah Alam Tanjung Tabalong Galang Dana untuk Korban Bencana di Aceh dan Sumatera
Wahyudi
9 Desember 2025

Komite Sekolah Alam Tanjung Tabalong (SATT) melaksanakan kegiatan penggalangan dana sebagai bentuk kepedulian terhadap para korban bencana alam yang terjadi di wilayah Aceh dan Sumatera.
Komite Sekolah Alam Tanjung Tabalong (SATT) melaksanakan kegiatan penggalangan dana sebagai bentuk kepedulian terhadap para korban bencana alam yang terjadi di wilayah Aceh dan Sumatera. Kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif dari orang tua siswa, guru, serta seluruh keluarga besar Sekolah Alam Tanjung Tabalong sebagai wujud solidaritas dan empati terhadap sesama.
Dalam proses penyaluran bantuan, komite sekolah bekerja sama dengan ekspedisi JNE Mabuun untuk pengiriman bantuan berupa barang. Sementara itu, bantuan dalam bentuk uang disalurkan melalui SALAM AID, yaitu lembaga sosial milik JSAN (Jaringan Sekolah Alam Nasional) yang bergerak dalam bidang kemanusiaan dan bantuan bencana.
Hingga Selasa pagi, 10 Desember 2025, dana yang berhasil terkumpul mencapai Rp5.620.000, serta bantuan barang berupa 11 bundel pakaian layak pakai (masing-masing ±10 kg per bundel) dan 5 kotak berisi popok serta pembalut. Seluruh bantuan ini nantinya akan segera disalurkan kepada para korban bencana yang membutuhkan.

Ketua Komite Sekolah Alam Tanjung Tabalong, Ibu Neny D (Mama Atha), menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh donatur atas keikhlasan dan kepeduliannya dalam membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah. Beliau juga mengapresiasi peran aktif para bunda orang tua siswa yang telah membantu mengoordinir jalannya penggalangan dana ini dengan penuh semangat kebersamaan.

Melalui kegiatan ini, Sekolah Alam Tanjung Tabalong tidak hanya menanamkan nilai kepedulian sosial kepada peserta didik, tetapi juga mengajak seluruh keluarga besar sekolah untuk terus hadir dan peduli terhadap kondisi kemanusiaan di sekitar. Semoga bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatera serta menjadi amal kebaikan bagi seluruh pihak yang terlibat.
Artikel Terkait

Tanggap Kekeringan, Pemkab Tabalong Salurkan 3.600 Liter Air Bersih ke Sekolah Alam Tanjung Tabalong
Tanggap Krisis: Pemkab Tabalong menyalurkan 3.600 liter air bersih ke Sekolah Alam Tanjung Tabalong pada Rabu (16/9/2026) akibat dampak kekeringan. Bantuan terealisasi berkat koordinasi cepat Kepala Sekolah dengan Tim Percepatan Pembangunan Daerah (Agus Siswanto) yang mendatangkan tim BPBD Tabalong. Sekolah Alam Tanjung Tabalong menyampaikan terima kasih atas kepedulian dan aksi nyata Bupati Tabalong beserta seluruh jajaran Pemkab dan tim lapangan

SATT Gelar Salat Istisqa, Tanamkan Kesadaran Ekologis dan Ketundukan kepada Allah
Jumat pagi pukul 08.15 WITA, anak-anak Sekolah Alam Tanjung Tabalong (SATT) melaksanakan Salat Istisqa di lapangan area memanah sebagai ikhtiar memohon rahmat dan turunnya hujan kepada Allah SWT. Kegiatan diawali dengan istighfar dan memohon ampun, kemudian dilanjutkan salat dua rakaat sesuai tuntunan, dengan tujuh takbir pada rakaat pertama dan lima takbir pada rakaat kedua. Salat dan khutbah dipimpin oleh Bapak Rino Mahendra yang mengingatkan anak-anak tentang pentingnya kembali kepada Allah, memperbanyak istighfar, serta menjaga alam sebagaimana pesan dalam QS. Ar-Rum ayat 41. Melalui kegiatan ini, SATT menghadirkan pembelajaran langsung tentang ibadah, ketundukan kepada Allah, dan tanggung jawab manusia dalam menjaga bumi.

SATT Gelar Bazar Barang Layak Pakai, Salurkan Rp1,52 Juta rupiah untuk Masyarakat Desa Simpung Layung
Dalam rangkaian penutupan Live In Guru di Desa Simpung Layung, SATT menggelar bazar pakaian dan barang layak pakai bersamaan dengan kegiatan jalan santai pada 16 Agustus 2026. Barang donasi dari orang tua siswa dijual dengan harga Rp5.000–Rp25.000 dan berhasil mengumpulkan Rp1.520.000. Dana tersebut diserahkan oleh Kepala SD SATT, Rino Wahyu Bagus Mahendra, kepada Kepala Desa Simpung Layung untuk kepentingan masyarakat. SATT menyampaikan terima kasih kepada para donatur, warga, pemerintah desa, serta RT 8, 11, dan 12 atas dukungan selama kegiatan Live In.
