BBO SATT: Saat Orang Tua Hadir Menjadi Guru, Pendidikan Tumbuh dalam Kebersamaan
Wahyudi
21 Agustus 2026

Program BBO (Belajar Bersama Orang Tua) di Sekolah Alam Tanjung Tabalong (SATT) menjadi wadah keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak yang dilaksanakan setiap tiga pekan sekali. Orang tua secara bergiliran berbagi pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman melalui berbagai kegiatan seperti memasak, permainan tradisional, game, hingga art & creativity, sekaligus berperan sebagai “guru tamu” di sekolah. Kegiatan ini diharapkan memperkuat sinergi dan bonding antara orang tua dan sekolah, serta memberi kesempatan kepada orang tua untuk melihat langsung lingkungan belajar anak. Sebagai komunitas belajar, SATT meyakini bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, melainkan tanggung jawab bersama yang melibatkan siswa, guru, orang tua, dan seluruh unsur komunitas
TANJUNG TABALONG — Sekolah Alam Tanjung Tabalong (SATT) kembali menghadirkan salah satu ragam aktivitas pembelajaran yang melibatkan orang tua secara langsung dalam proses pendidikan anak melalui program BBO (Belajar Bersama Orang Tua), Jumat (21/8).

BBO merupakan program yang dilaksanakan secara rutin setiap tiga pekan sekali sebagai ruang kolaborasi antara sekolah dan keluarga. Dalam kegiatan ini, orang tua siswa secara bergiliran diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman, keterampilan, maupun pengetahuan kepada anak-anak dengan materi yang disesuaikan dengan kemampuan dan minat masing-masing.

Materi BBO bersifat fleksibel dan tidak terbatas pada pembelajaran akademik. Orang tua dapat mengisi kegiatan dengan berbagai aktivitas, seperti memasak, membuat permainan tradisional, bermain permainan edukatif, hingga kegiatan art and creativity. Orang tua yang memiliki keahlian tertentu juga dapat memperkenalkan keterampilannya secara langsung kepada para siswa.
Jika di lingkungan perguruan tinggi dikenal istilah dosen tamu, maka di SATT konsep serupa hadir dalam bentuk guru tamu, yakni orang tua siswa yang mengambil peran sebagai pendidik dalam suasana belajar yang lebih dekat, kontekstual, dan menyenangkan.
Lebih dari sekadar kegiatan belajar, BBO menjadi sarana untuk membangun sinergi dan bonding antara orang tua dengan lingkungan sekolah. Melalui keterlibatan langsung, orang tua dapat melihat kondisi dan suasana tempat anak-anak mereka belajar setiap hari, sekaligus memahami lebih dekat bagaimana proses pendidikan berlangsung di SATT.
Meski demikian, keterlibatan tersebut tidak bersifat memaksa. Orang tua yang belum memiliki kesempatan untuk meluangkan waktu tetap tidak diwajibkan mengisi kegiatan BBO. Sekolah memberikan ruang partisipasi sesuai dengan kemampuan dan kondisi masing-masing keluarga.
Konsep ini sejalan dengan filosofi SATT sebagai komunitas belajar. Di dalam komunitas tersebut, yang belajar bukan hanya siswa. Guru, orang tua, dan seluruh unsur yang terlibat dalam pendidikan juga merupakan bagian dari proses belajar bersama.
SATT memandang bahwa pendidikan yang paripurna tidak dapat dibebankan hanya kepada sekolah. Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan berbagai elemen, terutama sekolah dan keluarga.
Melalui BBO, SATT berupaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga tumbuh dari pengalaman, keterampilan, keteladanan, dan kontribusi orang-orang di sekitar anak.
Sebab pada akhirnya, pendidikan bukan hanya tentang apa yang diajarkan kepada anak, tetapi juga tentang bagaimana seluruh komunitas ikut hadir dan tumbuh bersama mereka.
Artikel Terkait

SATT Gelar Sesi Konseling untuk Mendamaikan Siswa dan Mencegah Perundungan di Sekolah
Sekolah Alam Tanjung Tabalong (SATT) menggelar sesi konseling bersama dua siswa yang mengalami perselisihan. Kegiatan yang dilakukan saat jam istirahat ini melibatkan Wakasek Kesiswaan, Kepala Sekolah, dan Direktur SATT, setelah mendapat informasi dari wali kelas. Melalui dialog dan pendampingan, siswa diajak untuk saling memahami, memaafkan, menghargai teman, serta tidak melakukan ejekan yang dapat menyakiti perasaan. SATT juga mengingatkan bahwa konflik dan candaan berlebihan dapat terjadi dalam pertemanan anak usia SD. Namun, setiap tindakan yang merugikan, membahayakan, atau telah melampaui batas harus segera ditangani. Sekolah berharap komunikasi dan kerja sama antara sekolah, anak, dan orang tua terus terjalin agar tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.

That's a wrap for Open Mind 2026.. Semoga bermanfaat bagi semuanya..
Baca selengkapnya...

APA ITU GROK? KETIKA "OTAK" NAKAL ELON MUSK DIKUNCI, TAPI "TAMAN BERMAIN" BERACUN MASIH DIBUKA LEBAR
Roblox & Gim Kekerasan: Korbannya anak SD (Rakyat Biasa). Ancamannya Nyawa & Kerusakan Otak Permanen. Di sana ada praktik grooming (orang dewasa memikat anak untuk tujuan seksual), adegan kekerasan sadis, hingga simulasi hubungan dewasa yang tidak pantas.
